
1. MUKADDIMAH CALL CANDIDATES
Tawaran penelitian untuk mahasiswa Magister dan program Sarjana tahun 2026 adalah bagian dari program penelitian berdampak dan co-supervising Politeknik KP Sorong, implementasi program consortium International Joint Laboratory (IJL SELAMAT: BRIN-IRD-POLITEKNIK KP SORONG), dan menjadi tindak lanjut kolaborasi sains dengan DUDI Perikanan, Asosiasi Nirlaba, dan lembaga swadaya masyarakat. Program ini melibatkan multipihak yang diarahkan untuk meneliti aquatic biodiversity di perairan Papua dengan pendekatan molecular systematic yang memanfaatkan fragmen Cytochrome c oxidase subunit 1 (Cox-1) yang populer dikenal DNA Barcoding. Kami mengundang candidates terbaik mahasiswa program Magister dan Sarjana untuk bergabung dengan tim DNA Barcoding di Politeknik KP Sorong, Papua Barat Daya.


7. TENTANG DNA BARCODING PAPUA
DNA barcoding adalah metode identifikasi spesies yang menggunakan fragmen pendek sekuens DNA, yang menggunakan bagian dari mitokondria, yaitu Cytochrome c Oxidase I (Cox-1). Pendekatan ini bertujuan untuk membedakan satu spesies dari spesies lainnya berdasarkan variasi genetik (intra dan interspesifik). Metode ini sangat efektif dalam mengidentifikasi spesies yang sulit dibedakan secara morfologi, termasuk spesies kriptik dan tahap larva, sehingga mempercepat inventarisasi keanekaragaman hayati. Prosesnya meliputi ekstraksi DNA, amplifikasi gen target menggunakan PCR, sekuensing, serta alignment hasil sekuens dengan basis data referensi BOLD Systems atau GenBank. Dalam penelitian taksonomi, DNA barcoding membantu klasifikasi status spesies dan mendukung penemuan spesies baru. Dalam bidang ekologi dan konservasi, teknik ini digunakan untuk pemantauan biodiversitas, deteksi spesies invasif, dan perlindungan spesies terancam. Di sektor perikanan dan akuakultur, DNA barcoding berperan penting dalam memastikan keakuratan identifikasi spesies komersial, asal usul benih dan indukan serta mencegah praktik mislabeling dan perdagangan ilegal. Keunggulan metode ini yaitu penerapannya relatif cepat, akurat, dan dapat diaplikasikan secara luas pada beberapa taksa. Namun demikian, efektivitasnya sangat bergantung pada kelengkapan dan validitas database referensi yang tersedia. Seiring perkembangan teknologi sekuensing dan bioinformatika, DNA barcoding semakin menjadi instrumen penting dalam penelitian molekuler dan pengelolaan sumber daya hayati secara berkelanjutan. Sejak 2010, ikan rainbowfish (Melanotaeniidae) dari Papua adalah taksa yang pertama kali di-barcode secara standar di Indonesia, dimana pada saat itu, kami telah mem-barcode semua nominal spesies ikan rainbow dari Papua Indonesia, Papua New Guinea, Australia dan Madagascar. Selanjutnya pada 2014, tim kami mengaplikasikan luas pendekatan DNA barcoding untuk kajian di program riset internasional Lengguru, yang menyasar barcoding ikan, mamalia, reptilia, dan burung.
8. TOPIK PENELITIAN
Kami menawarkan serangkaian topik penelitian dalam bidang aquatic biodiversity di perairan Papua sebagai berikut:


Associate professor in molecular systematic
Center for
aquatic resources and productivity
Politeknik Kelautan dan
Perikanan Sorong
Jln. Kapitan Pattimura, Suprau
Kota
Sorong 98401, Papua Barat
Email: kadarusman@kkp.go.id
www.kadarusman.polikpsorong.ac.id
Copyright © 2026 - Call for Students DNA BARCODING PAPUA